MEMBAIK Part 2

 "Bawa kasur ini" ucap Joe. 


"Owh, ok" balas Felly. 


"Rendy, kamu tunggu disini ya" ucap Felly. 


Rendy mengangguk. 


Felly dan Joe mengangkat kasur itu bersamaan. 


"Kita ke jendela " ucap Joe. 


Joe dan Felly membawa kasur itu ke jendela. Saat sampai di jendela... 


"Ok, lempar sekarang " ucap Joe. 


Felly dan Joe melemparkan kasur itu secara bersamaan keluar. 


BRUKK


Kasur itu berhasil mendarat di bawah. 


"Sekarang kita loncat ke kasur itu dan kita bisa keluar dari sini" ucap Joe. 


"No, aku gak mau pa" ucap Rendy. 


"Hei, buka pintunya atau lo semua mati! "Tegas Mr. X menggedor-gedor pintu. 


"Hei, kita harus lompat sekarang " ucap Joe.

 
"Aku gak mau, aku takut pa" ucap Rendy. 


Mr. X menembakkan senjatanya ke pintu. 


"Ok, gini aja. Papa lompat duluan, habis itu kamu. Papa akan jagain kamu dibawah, okay? "Ujar Joe.
Rendy mengangguk. 


"Semoga ini berhasil kak" ucap Felly. 


Joe mengangguk. 


Joe menghela nafasnya, dia pun melompat ke kasur itu dan berhasil. 


"Hei, ayo lompat papa tangkap kamu" ucap Joe. 


Rendy ketakutan. Felly menyentuh kedua bahu Rendy. 


"Hei, it's okay, kamu gak akan kenapa-napa " ucap Felly. 


"Kalau kamu tetap takut, tutup mata kamu" ucap Felly. 


"Sekarang kamu lompat, okay? "Ucap Felly.

 
Rendy mengangguk. 


"Ok, 1...2..."


DORR


"Felly! "Kaget Joe. 


"Rendy sekarang! "Teriak Joe. 


Rendy pun melompat. Namun, dengan segera Mr. X menangkapnya. 


"Papa! "Teriak Rendy. 


"Kalian enggak akan bisa lolos" ucap Mr. X. 


"Lepasin keluarga gue! "Tegas Joe. 


"Kalau lo mau, lo jemput sendiri" ucap Mr. X. 


Mr. X menutup jendelanya. 


"Berengsek! "Emosi Joe. 


Tak lama beberapa polisi menghampiri Joe. 


"Permisi Pak Joe, kami dari pihak kepolisian akan membantu anda untuk menyelamatkan keluarga anda yang disekap di dalam. Tapi, kami membutuhkan butuh bantuan anda pak" ujar Alex, salah satu anggota polisi. 


"Siapa yang memberitahu soal ini? "Tanya Joe. 


"Salah satu warga yang lewat pak" jawab Alex. 


***


Mario mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. 


"Please, please kamu harus kuat Fel, aku gak mau pagi tadi jadi perbincangan terakhir kita" batin Mario. 


Yap, Mario sudah memdapatkan kabar tentang apa yang terjadi dengan Felly, Joe dan Rendy. 


Sesekali Mario melihat Jack yang tertidur disampingnya. 


"Jack belum siap kehilangan sosok ibu" batin Mario. 


"Oh come on " ucap Mario saat jalan yang harus ia lewati sedang macet parah. 


***


"No, biar saya yang menjemput mereka. Saya turuti keinginan dia, dan kalian tunggu diluar " ucap Joe.

 
"Tapi pak-"


"Mr. X memang urusan kalian, tapi disana ada keluarga saya. Setahun yang lalu saya kehilangan istri saya, sekarang saya tidak mau kehilangan anak saya. Keluarga saya di dalam, lebih penting daripada bajingan itu" ujar Joe. 


"Tapi anda akan butuh ini" ucap Alex memberikan 2 handgun dan senter. 


Joe mengambil 2 handgun dan senter itu. 


Joe masuk kedalam villa. 


"Felly! Rendy! "Panggil Joe bersuara keras. 


Joe merasa dia menginjak cairan, Joe mengarahkan senternya ke lantai. Terlihat ada banyak darah di lantai. 


"Please jangan mereka"  lirih Joe. 


"Kak Joe" panggil Felly pelan. 


Joe menoleh ke sumber suara, dia mengarahkan senternya kesana. 


"Ya Tuhan" lirih Joe tak percaya yang dilihatnya. 


"Felly " Joe segera menghampiri adiknya yang sudah sangat lemah. 


Terlihat darah dimana-mana, Joe bisa melihat sendiri banyak darah di tubuh adiknya. 


"Hei, apa yang terjadi? "Tanya Joe. 


Felly membuka tangannya. 


"Oh shit " ucap Joe melihat ada beberapa luka di tubuh adiknya dan darah masih terus keluar. 


Joe segera pergi mencari kain, setelah berhasil menemukan kain Joe segera kembali ke Felly. 


"Hei, tahan ini, biar gak banyak darah yang keluar " ucap Joe menutup luka Felly. 


"Ok, sekarang kita keluar " ucap Joe akan menggendong Felly. 


Namun.... 


"No, jangan pikirkan aku dulu. Kakak harus menyelamatkan Rendy" ucap Felly menahan Joe. 


"Tapi, Fel, kamu harus segera di obati, kalau enggak... "Joe tidak melanjutkan perkataannya. 


Felly menggenggam tangan Joe. 


"Hei, it's okay, sekarang kakak pergi selamatkan Rendy. Dia bawa Rendy ke garasi" ujar Felly. 


"Kamu harus bertahan, okay? "Ucap Joe. 


Felly mengangguk. 


"Ini untuk berjaga-jaga " ucap Joe menaruh 1 handgun disebelah Felly. 


"Kakak gak mau kehilangan kamu Fel" lirih Joe mengecup kening Felly. 


Joe berlalu pergi ke garasi, dia membuka pintu garasi, dia melihat Rendy berdiri disudut. 


"Rendy" lirih Joe mendekati Rendy. 


Namun, baru beberapa langkah Joe berjalan. 


"Pa awas! "Teriak Rendy. 


Joe sontak menoleh, refleks dia segera menghindar sebelum Mr. X menusuknya dengan pisau. 


Joe melakukan perlawanan. 


Perkelahian pun terjadi antara Joe dan Mr. X. 


Joe mengarahkan senjatanya, namun dengan segera Mr. X memukul Joe tepat di pipinya. Joe tersungkur jatuh, senjatanya pun terlempar. 


Mr. X menghajar Joe habis-habisan. Namun, Joe tetap melakukan perlawanan. Sampai akhirnya Joe mulai melemah saat Mr. X mulai mencekiknya, Joe berusaha untuk melepaskan diri. 


DORR


Joe seketika terdiam. Mr. X jatuh kesamping, dia kesakitan memegangi lehernya yang tertembak. 


"Rendy" lirih Joe melihat Rendy lah yang menembak Mr. X. 


Joe segera bangun dan mengambil senjatanya, dia memeluk Rendy. 


"Kamu gakpapa kan? "Tanya Joe. 


"Aku gakpapa" jawab Rendy. 


"Sekarang kita keluar dari sini" ucap Joe melepaskan pelukannya. 


Joe dan Rendy keluar. Namun, saat baru sampai ruang tamu... 


"Ok, sekarang kamu keluar, saat kamu keluar akan ada polisi di depan" ucap Joe. 


"Tante Felly gimana pa? "Tanya Rendy. 


"Papa akan tolong tante Felly" jawab Joe. 


"Sekarang kamu keluar dan bilang ke polisi itu segera panggilkan ambulans, okay" ucap Joe. 


Rendy segera pergi keluar. Joe kembali menghampiri Felly. 


Dia melihat adiknya sudah memejamkan matanya. 


"Fel, hei ini kakak " ucap Joe. 


Felly tidak membuka matanya dan ini membuat Joe panik. 


"Fel, Felly bangun Fel, buka mata kamu" panik Joe menepuk-nepuk pipi Felly. 


"Fel hei bangun, buka mata kamu" 


Joe menggendong tubuh Felly, dia segera pergi keluar. 


Terlihat sudah ada mobil ambulans di depan villa, petugas ambulans segera membantu Joe. 


Joe dan Rendy ikut bersama ambulans yang membawa Felly. 


Joe merangkul Rendy yang menangis. 


"Tante Felly gak boleh pergi kayak mama pa" ucap Rendy. 


"No, enggak akan ada yang pergi, tante Felly akan baik-baik aja" ucap Joe. 


....


Joe kini menunggu di depan ruang IGD. Rendy dibawa oleh salah satu suster ke tempat bermain yang ada dirumah sakit ini dan tetap ada polisi yang menjaga. 


"Ini salah gue, seharusnya gue gak minta Felly untuk datang ke villa. Kalau dia gak datang, kejadiannya gak akan kayak gini " batin Joe. 


"Joe" panggil seseorang. 


Joe menoleh.

"..."

Sampai Bertemu di Part 3 :)

Comments

Popular posts from this blog

HADIAH YANG MENYAKITKAN

I Need You Part 6

MAAF